PCM (Pulse Code Multiplexing) adalah metode standar yang digunakan dalam jaringan telepon untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital untuk dilewatkan pada jaringan telekomunikasi digital. PCM 30 PCM 30 mempunyai primary rate sebesar 2.048 kbps yang terdiri dari 8000 frame tiap detik. Tiapframe mengandung 32 time slot, 30 time slot digunakan untuk pembicaraan, 1 time slot untuk sinkronisasi, dan 1 time slot untuk signaling. Setiap time slot mengandung 8 bit sampel. Kanal voiceini kemudian dimultiplex secara sinkron ke dalam sebuah 2-Mbps data stream, yang biasa disebut E1. Speech code PCM ditransmisikan 8 bit per time slot sebanyak 8000 kali dalam satu detik.sehingga data ratenya menjadi 64 kbps. source : |
Saturday, March 27, 2010
PCM (Pulse Code Multiplexing) 30
SIGTRAN
Berbagai perangkat yang ada di jaringan tradisional PSTN (TDM) harus dapat berkomunikasi dengan perangkat-perangkat yang ada di jaringan IP. Untuk itu, berbagai protokol yang ada di PSTN harus dapat dilewatkan pada jaringan IP. Protokol- protokol tersebut diantaranya CCS7, V5.x dan ISDN. Untuk dapat melakukan hal tersebut maka dibuatlah suatu fungsi pemetaan atau translasi yang akan memetakan protokol-protokol tersebut kedalam jaringan IP. Fungsi pemetaan inilah yang dilakukan oleh suatu protokol yang disebut Signalling Transport (Sigtran). Pada Sigtran terdapat suatu layer adaptasi yang diberi nama SCTP. SCTP inilah sebenarnya yang melakukan fungsi pemetaan pada protokol Sigtran.
Sigtran sebagai protokol transport
Dari gambar contoh diatas, kita melihat adanya gateway yang melakukan pemetaan protokol dari protokol TDM ke protokol di jaringan IP. Dari protokol CCS7 (ISUP) dapat dilakukan pemetaan di layer MTP2 dengan menggunakan mekanisme M2PA dan M2UA, di layer MTP3 dilakukan pemetaan dengan menggunakan mekanisme M3UA dan di layer SCCP dilakukan pemetaan dengan menggunakan mekanisme SUA. Untuk signalling di sisi akses seperti V5.1 dan V5.2 dilakukan pemetaan dengan menggunakan mekanisme V K 5UA sedangkan untuk ISDN dengan IUA.
Kesemua fungsi pemetaan tersebut diatur oleh suatu standar dunia yang dikeluarkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF) yang disebut dengan Signalling Transport (Sigtran). SIGTRAN dipergunakan sebagai protokol Interworking antara jaringan PSTN dengan jaringan IP. Protokol Sigtran menyediakan seluruh fungsi yang dibutuhkan untuk mendukung signalling TDM over IP, termasuk diantaranya :
- Flow control
- In-sequence delivery of signalling message
- Identifikasi originating dan terminating signalling point
l2="" level2="">- Identifikasi sirkit voice
- Error detection, retransmission, dan prosedur error correction lain
- Kontrol untukmenghindari kongesti pada internet
- Deteksi status entity
- Mendukung mekanisme keamanan dari informasi signalling
Gambar berikut ini adalah protokol stack Sigtran, dimana IP, SCTP dan adaptation protocol adalah model dari Sigtran Acrhitecture.
Gambar 4. Sigtran Protocol Stage
Berikut adalah contoh-contoh mekanisme pemetaan yang digunakan dalam protokol Sigtran.
Gambar 5. SS7 access for Media Gateway
Gambar 6. SS7 peer to peer access for Signalling Gateway
Gambar 7. SS7 access for Signalling Gateway via STP
Gambar 8. SS7 access to IP/SCP
Gambar 9. Q.931 access to MGC
Gambar 10. V5.2 Interworking for Connection Control
V5 User Adaptation Layer (V5UA) merupakan suatu metoda untuk memetakan pensinyalan V5.2 ke dalam format IP. V5UA diperlukan agar pesan pensinyalan pada jaringan sircuit switch (SCN) dapat dikirim dari Access Gateway menuju ke Media Gateway Controller (MGC). Fungsi pemetaan ini akan dilakukan oleh suatu perangkat yang disebut dengan Access Gateway dengan memanfaatkan keunggulan teknologi SCTP (Stream Control Transmission Protocol).
Stream Control Transmission Protocol
SCTP adalah perkembangan teknologi dari TCP (Transmission Control Protocol) atau dapat disebut juga sebagai ‘super TCP’. SCTP dirancang untuk memenuhi kebutuhan penggunaan yang lebih luas dibandingkan dengan yang dapat diberikan oleh TCP.
SCTP merupakan suatu layer yang terletak antara layer user adaptation dan layer IP di dalam protokol Sigtran. Layer ini dirancang untuk menyediakan aplikasi protokol transmisi. Berikut ini adalah selengkapnya layer SCTP.
Gambar 11. SCTP Layer
Secara sekilas proses aliran data dalam protokol SCTP dapat digambarkan seperti dibawah ini.
Gambar 12. Proses aliran data dalam SCTP
Di dalam SCTP segala pesan akan dipotong-potong kedalam paket –paket yang lebih kecil oleh SCTP Data Chunk. Data Chunk ini akan dikirimkan ke SCTP Packet untuk digabungkan dengan Control Chunk menjadi sebuah paket SCTP tunggal. Paket tersebut akan dikirimkan ke MGC melalui jaringan IP.
Di penerima (MGC) paket-paket data tersebut akan dipisahkan kembali menjadi kumpulan data dan control. Kumpulan data tersebut akan disusun kemali sesuai pesan/informasi aslinya.
Kesimpulan
- Protokol Sigtran memungkinkan protokol-protokol yang bekerja di jaringan PSTN dapat dilewatkan ke dalam jaringan IP.
- Dengan adanya protokol Sigtran pada transport layer dalam arsitektur softswitch dimungkinkan pengontrolan panggilan yang efektif dan efisien karena protokol Sigtran dengan dukungan SCTP memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut.
- SCTP pada protokol Sigtran dibentuk dari common header dan kumpulan chunk. SCTP merupakan suatu layer yang terletak antara layer user adaptation dan layer IP. Layer ini dirancang untuk menyediakan aplikasi protokol transmisi.
- Data-data dari protokol adaptasi akan dipotong-potong menjadi Data Chunk – Data Chunk yang akan digabungkan dengan Control Chunk sebelum dikirimkan ke MGC sebagai sebuah paket SCTP.
source: